Latihansoaldanjawaban.blogspot.com: Soal IPS Perkembangan Islam di Indonesia Dengan Jawaban

Monday, May 16, 2016

Soal IPS Perkembangan Islam di Indonesia Dengan Jawaban

a. Perlak
b. Malaka
c. Demak
d. Ternate

2. Tindakan yang pernah dilakukan Pati Unus pada masa pemerintahannya di Demak adalah….
a. mengadakan hubungan dengan Portugis
b. menundukkan daerah-daerah bawahan yang melepaskan diri
c. menyerang kedudukan Portugis di Malaka
d. menyerang Kerajaan Pajajaran yang bekerja sama dengan Portugis

a. nisan Sultan Malik al Saleh
b. berita Marco Polo
c. nisan Fatimah Binti Maemoon
d. ramainya kegiatan perdagangan dan pelayaran di Indonesia

4. Pendapat yang menyebutkan bahwa Islam yang berkembang di Indonesia berasal dari Persia didasarkan pada....
a. nisan Indonesia berlanggam Persia
b. adanya istilah seperti Djabar, Djerek, dan P’es
c. catatan Ibn Batutah
d. para penyebar Islam Indonesia berasal dari Persia

5. Bukti keberadaan Kerajaan Perlak adalah adanya naskah tua yang berbicara tentang keberadaan Kerajaan Perlak. Naskah tua karangan Abu Ishak Makarani al Fazi adalah....
a. Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi
b. kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin
c. silsilah Raja-Raja Perlak dan Pasai
d. hikayat raja-raja Perlak

6. Pendiri Kerajaan Pasai adalah....
a. Marah Silu
b. Ganggang Sari
c. Malikul Dahir
d. Abdul Azis

7. Raja pertama Kerajaan Aceh adalah....
a. Sultan Ali Mughayat Syah
b. Sultan Salahuddin
c. Sultan Alauddin Ri’ayat Syah
d. Sultan Malik al Saleh

8. Kerajaan Aceh telah memiliki nasionalisme yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali Kerajaan Aceh menyerang Portugis di Malaka. Serangan pertama Kerajaan Aceh ke Malaka terjadi pada tahun....
a. 1515 
b. 1529
c. 1568
d. 1575

9. Kemunduran Kerajaan Demak disebabkan oleh perebutan kekuasaan antar keluarga kerajaan, terutama antara Adipati Pajang dengan Adipati Jipang. Dari pihak Adipati Jipang dipimpin oleh....
a. Sutowijaya 
b. Adiwijaya
c. Arya Penangsang
d. Arya Damar

10. Peninggalan sejarah pada masa Islam adalah bangunan masjid. Bangunan masjid ini memiliki bentuk yang unik, yaitu beratap tumpang. Atap masjid bertumpang adalah....
a. atap yang bersusun atau bertingkat
b. atap yang memiliki mustaka
c. atap yang berbentuk kubah
d. atap yang berbentuk lancip

B. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Perhatikan kemudian salinlah peta di bawah ini. Melalui peta yang kalian salin, tunjukkan dan jelaskan bagaimana masuk dan berkembangnya Islam ke kawasan Nusantara!

2. Paling tidak, ada tiga pendapat mengenai waktu kedatangan Islam ke Indonesia, yaitu abad 13, abad 11, dan abad 7-8 M. Jelaskan ketiga pendapat tersebut disertai alasan yang mereka kemukakan!

3. Tunjukkanlah sumber-sumber sejarah dan bukti sejarah mengenai keberadaan Kerajaan Perlak!

4. Jelaskan persaingan antara Kerajaan Ternate dan Tidore!

5. Sebutkan peninggalan sejarah masa Islam beserta keunikan bentuk bangunannya!

Masjid Raya Aceh _  Kunci Jawaban Pelajaran IPS BAB Perkembangan Islam di Indonesia Semester 2
Masjid Raya Aceh _ Kunci Jawaban Pelajaran IPS BAB Perkembangan Islam di Indonesia Semester 2

Kunci Jawaban Pelajaran IPS BAB Perkembangan Islam di Indonesia Semester 2

Kunci Jawaban Pelajaran IPS Pilihan Ganda
1. a
2. c
3. c
4. b
5. a
6. a
7. a
8. a
9. c
10. a

Kunci Jawaban Pelajaran IPS Uraian
1. (Jawaban Kebijakan Guru)

2.
Islam diperkirakan telah masuk ke Indonesia sejak abad VII. Akan tetapi, banyak pula ahli yang berpendapat bahwa Islam baru masuk ke Indonesia pada abad XI. Bukti bahwa Islam masuk di Nusantara pada sekitar abad ke-7–8 M didasarkan pada masa tersebut di Indonesia telah ramai berhubungan dagang dengan negeri-negeri India, Cina, dan juga dunia Arab. Orang-orang dari kawasan Arab dan lainnya telah beragama Islam dan membawa pengaruh Islam ke Nusantara. Perkembangan perdagangan dan pelayaran pada abad VII merupakan alasan logis bahwa agama Islam telah masuk ke Indonesia. Dalam riwayat di Cina disebutkan bahwa di tahun 674 M telah banyak dijumpai orang-orang migrasi Arab di pesisir pantai timur Sumatra. Pendapat ini didukung oleh D.G.E. Hall. Ia mengatakan bahwa sejak abad ke-7 M pedagang-pedagang Arab Muslim sudah melakukan perdagangan dengan beberapa kerajaan di Nusantara.
Pernyataan Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 mendasarkan angka tahun pada nisan Sultan Malik al Saleh, (Sultan I Kerajaan Samudra Pasai) dan catatan perjalanan Marco Polo. Dalam nisan Sultan Malik al Saleh tertera angka 689 H (1297 M). Marco Polo pernah singgah di bagian utara Aceh (1291) dalam perjalanan dari Tiongkok ke Persia. Dalam catatannya, ia menjelaskan bahwa di Perlak banyak dijumpai penduduk yang beragama Islam dan banyak pedagang Islam yang menyebarkan Islam.
Di samping abad ke-13, ada juga yang menyebutkan bahwa Islam datang ke kawasan Nusantara pada abad ke-11. Hal ini didasarkan pada bukti adanya makam seorang wanita muslim yang bernama Fatimah Binti Maemoon. Makam ini terdapat di Leran, Gresik, Jawa Timur. Makam Fatimah Binti Maemoon berangka tahun 475 H atau 1082 M.


3.
Bukti-bukti yang dijadikan rujukan adalah sebagai berikut.
a. Naskah-Naskah Tua Berbahasa Melayu
Naskah-naskah tua yang berbicara tentang keberadaan Kerajaan Perlak paling tidak ada tiga, yaitu sebagai berikut
1) Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi, karangan Abu Ishak Makarani Al Fasy.
2) Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin, karangan Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi.
3) Silsilah Raja-Raja Perlak dan Pasai, catatan Saiyid Abdullah Ibn Saiyid Habib Saifuddin.
Ketiga naskah tersebut berbicara tentang keberadaan Kerajaan Islam Perlak.
b. Bukti-Bukti Peninggalan Sejarah
1) Mata Uang Perlak
Ada tiga jenis mata uang yang ditemukan, yaitu yang terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan.
2) Stempel Kerajaan
Stempel kerajaan ini bertuliskan huruf Arab dengan model tulisan tenggelam.
3) Makam Raja Benoa
Benoa merupakan negara bagian dari Kerajaan Perlak. Batu nisan makam ini bertuliskan huruf Arab.
Dari catatan yang ditemukan, Raja Perlak pertama adalah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225–249 H/840–964 M).
Semula sultan ini bernama Saiyid Abdul Aziz. Pada 1 Muharram 225 H


4.
Pada abad XIII, di Kepulauan Maluku berkembang beberapa Kerajaan Islam. Kerajaan yang tertua adalah Jailolo. Setelah itu, muncul Kerajaan Ternate dengan ibu kotanya di Sampalu. Selanjutnya, muncul kerajaan-kerajaan lain, seperti Tidore, Bacan, dan Obi. Kerajaan Ternate dan Tidore adalah dua kerajaan yang paling kuat.
Ternate mencapai zaman keemasan di bawah pemerintahan Sultan Baabullah (1570–1583). Tahun 1580 Sultan Baabullah berhasil meluaskan wilayahnya sampai di Sulawesi, Bima, Manado, dan Irian. Sultan Baabullah sangat terkenal karena keberhasilannya dalam mengusir Portugis dari Maluku.

5.
Seni Bangunan Bercorak Islam
a. Masjid dan Menara
Bangunan masjid di Indonesia pada zaman perkembangan Islam memiliki bentuk yang unik. Perhatikan dan cermati keunikan gambar Masjid Demak dan Masjid Kuno Aceh.
Bentuk bangunan masjid semacam itu merupakan hasil akulturasi (percampuran) antara budaya Islam dengan budaya yang telah berkembang sebelumnya. Bangunan itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Atapnya berupa atap tumpang, yaitu atap yang bersusun semakin ke atas semakin kecil. Jumlahnya selalu ganjil, biasanya tiga. Namun, ada juga yang lima, seperti Masjid Banten. Atap masjid biasanya masih diberi lagi sebuah kemuncak yang dinamakan mustaka.
2) Tidak memiliki menara. Masjid luar Indonesia umumnya memiliki menara. Masjid-masjid di Mesir dan Masjid Abas di Karbala, Irak, memiliki menara yang sangat tinggi dan megah. Masjid Kudus dan Masjid Banten memiliki menara. Kedua menara itu bentuknya sangat unik. Menara Kudus menyerupai sebuah candi di Jawa Timur. Kalau dicermati, bentuk menara masjid kudus juga mirip dengan Bale Kulkul. Bale Kulkul adalah bagian dari bangunan sebuah pure. Cermati dan bandingkan gambar Menara Kudus dan Bale Kulkul di Pure Taman Ayun Bali, kemudian temukan kemiripan bentuknya. Keunikan lain Masjid Kudus adalah pada pintu-pintu masuk dan tempat wudunya. Pintu pintu masuk Masjid Kudus, aslinya menyerupai pintu-pintu masuk dalam bangunan agama Hindu. Tempat wudunya juga unik karena air wudu keluar memancar dari mulut kalamakara.
b. Makam
Pernahkah kalian berziarah atau berkunjung ke salah satu makam Wali Songo? Makam-makam di Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri dibandingkan makam di daerah lain. Apa keunikan bangunan makam tersebut? Makam-makam tokoh Islam di Jawa dibangun di tempat yang lebih tinggi. Misalnya, makam Sunan Muria dan makam Sunan Gunung Jati. Pada makam-makam tersebut biasanya dibangun berbagai ornamen indah dan unik. Coba perhatikan makam Sunan Kalijaga di Demak Jawa Tengah ini. Makam digunakan untuk mengubur jenazah. Masyarakat Hindu sebagian besar tidak menguburkan jenazah. Orang yang telah mati pada masyarakat Hindu jenazahnya dibakar. Upacara pembakaran jenazah ini disebut Ngaben. Upacara Ngaben pada saat ini dapat kalian lihat, terutama di Pulau Bali. Apa makna makam para tokoh muslim bagi kehidupan sekarang?
Makam tokoh muslim dapat menunjukkan kepada kita kapan tokoh tersebut hidup. Sebab biasanya, pada batu nisan ditulis tahun meninggalnya seorang tokoh. Dengan demikian, kita dapat mengetahui waktu-waktu penting perjalanan sejarah bangsa kita. Makam juga dapat menunjukkan kehidupan masyarakat waktu itu. Misalnya, makam Islam di Troloyo Mojokerto, Jawa Timur. Makam ini menunjukkan pada masa Kerajaan Majapahit telah ada masyarakat Islam. Selain itu, juga menunjukkan bahwa toleransi pada masa Majapahit sangat tinggi. Nisan makam Islam tersebut bertuliskan syahadat dan surya Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang meninggal tersebut hidup pada masa Kerajaan Majapahit.

No comments:

Post a Comment